Ronggeng Melayu Sumatera Utara : sejarah, fungsi, dan strukturny

Dublin Core

Subject

Ronggeng Melayu Sumatera Utara

Description

Abstrak

Studi ini bertu.i bertujuan untus menganalisis Satu raganì pertunjukan dalam kebudayaan etnik Melayu, Provinsi Sumatera Indonesia, yang secara mmm disebut rNgseN Melayu. mendeskripsikan tiga aspek seni ronggeNg. (1) historis, fungsional, dan (3) strktural. Seni Studi Utara. ini (2) Proses perkembangan budaya ronggeng Melayu menj adi bagian yang integral dari sej arah budaya di Sumatera Utara, Dnia Melayu, dan Nusantara. Istilah ronggeng dalam kebudayaan Melayu telah ada dalam Hikayat Hang Tuah yang dítulis pada abad ke-14. Unsur-nsur tari dan musik tradisi Melayu dalam ronggeng yang berasal dari masa 8ebelum penj aj ahan bangsa-bangsa Barat, dapat dilihat melalui tari dan musik senandng, pengAnaan alat-alat musik rebab (lute tiga senar berleher panj ang), gendang ronggeng (gendang satu sisi gesek berbentuk frane), tawak-tawak (gong). Pengaruh Islam pada ronggeng dapat dilihat dari penggnaan modus-nodus heptatonik DAgAm. Kebudayaan Barat datang ke dalam kehidupan orang-orang Melayu pada abad ke-16, ketika Portugis nenaklukkan Melaka tahun 1511. Orang orang Portugis membawa tari dan musik branyo, dan orang-orang Melayu mengadopsinya ke dalam roggeNg. Ünsur-unsr budaya Barat laínnya di dalam ronggeng dapat dilihat dari tari secara berpasangan, gaya tari, dan ritme musiknya triple (6/8). Pada masa penj aj ahan bangsa bangsa Barat, beberapa alat-alat musik Barat diadopsi ke dalam ronggeng Melayu, seperti: biola, akordion, klarinet, saksofon, perangkat drum trap, gitar listrik, dan keyboard. Sumatera Utara mempunyai komposisi multietnik. Fonggeng Melayu mengadopsi beberapa nsur dari dan musik etnik itu. Pada masa pendudukan Jepang, ronsgeng dipergnakan ntuk menghibur para tentara. Pada masa kemerdekaan Republik Indonesia, ronggeng dilanjutkan sebagai seni pertunjukan. Fungsi utama ronggeng Melayu di Sumatera Utara adalah memberi sunbangan kepada integrasi .masyarakat yang heterogen. Upacara perkawinan, Pada masa sekarang, ronggeng dipergnakan dalam berbegai kontekS seperti khitanan, pariwisata, smbangan kepada kesinambungan dan stabilitas kebudayaan, pendidikan, hiburan, dan lain-lain. Karakteristik mum tari ronggeng Melayu adalah mengadopsi gerak-gerak tari tradisional Melayu ditambah gerakan-gerakan tari etnik lainnya di Sumatera Utara. Ditarikan Secara berpasangan. Pola lantai membentuk dua garis penari yang saling berhadapan. Struktur musik ronggeng Melayu pada Lmumnya bertangga heptatonik, serta rítmenya ostinato. Struktur musik didkng vokal dan instrumentalia, yang menj adi bagian integral dalam nada oleh seni pertuíukan rnggeNg. Telksnya berdasar kepada pantn empat barís.

Creator

Takari, Muhammad

Source

PL5065 UM 1998 TAK

Date

1998

Contributor

mki

Rights

Universiti Malaya

Relation

Dissertation