Praktik dan pranata tradisional pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan di Daerah Sungai Bahau Kalimantan Timur

Dublin Core

Subject

Forest management--Indonesia
Forest products--Indonesia
Forest management--Social aspects--Indonesia
Forests and forestry--Indonesia

Description

Abstrak

PRAKTIK DAN PRANATA TRADISIONAL PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA HUTAN DI DAERAH SUNGAI BAHAU KALIMANTAN TIMUR. Gaudentius Sinon Devung, 244 halanan. Peta, Bagan, Gambar/Foto, Tesis. Jakarta : Program Studi Antropologi, Universitas Indonesia. Program Pascasarjana Penelitian yang diadakan untuk penulisan tesis ini bertuiuan mengungkapkan : nengapa pranata tradisional bisa berlaku atau tidak berlaku dalam praktik peman f aatan dan pengelolaan sunber daya hutan tertentu, baik pada tingkat individu maupun pada tingkat komun itas, sebaga imana terlihat di daerah Sungai Bahau, pada komunitas di Long Tebulo dan Long Uli. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kontekstual. Data diperoleh dengan teknik: dokumentasi, wawancara (peror angan naupun kelompok), dan observasi (tanpa partisipasi dan dengan partisipasi). Untuk analisis digunakan struktur penjelasan kausal (structure of gausal explanation) dari Sayer (1984). Hasil penelitian nenunjukkan bahwa fenomena kesesuaian antara praktik dan pranata lebih banyak terjadi dalan kegiatan pemanf aatan dan pengelolaan sumber daya hu tan untuk keperluan subsistensi. Sedangkan fenomena ketidaksesuaian lebih banyak terlihat dalam kegiatan pemanfaat an dan penge lolaan sumber daya hutan komersial. Kedua fenonena tersebut ternyata berkaitan erat dengan kondisi kesalingtergantungan antar Warga, pengaruh kelompok terhad ap ind ividu, transparansi kegiatan serta sifat kontrol dalam masing-nas ing kegiatan. Kond isi kesalingtergantungan antar Warga, pengaruh kelompok terhadap dalam individu, transparansi kegiatan serta sifat kontrol masing-masing kegiatan dipengaruhi oleh nekan isne kerja sana dan pengaturan bersama dalan konteks sosial produksi, serta saling bantu dan saling bagi hasil dalan konteks sosial konsunsi hasil hutan. Adanya nekanisne tersebut dipengaruhi oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor situasional : keadaan lingkungan, karakteristik sumber daya hutan, keadaan penduduk, keadaan ekonomi, organisasi sosial dan kepeminp in an lokal, sisten produksi (peman faa sunber daya hutan yarng bersangkutan ), keadaan teknologi dan hubungan dengan aktor lain di luar Warga komunitas, dengan porsi dan intensitas yang berbeda dalam masing nasing kegiatan.

Creator

Devung, G. Simon

Source

SD387 S55DEV

Date

1996

Contributor

mki

Rights

Universitas Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Format

Dissertation

Citation

Devung, G. Simon, “Praktik dan pranata tradisional pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya hutan di Daerah Sungai Bahau Kalimantan Timur,” Rimbunan: Pangkalan Data Pengajian Melayu, accessed February 3, 2026, https://rimbunan.nusa.my/rimbun/items/show/23839.